Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yer 17: 7)

 

Bacaan hari ini diambil dari Yer 17: 5-10 & Luk 16: 19-31

 

Sewaktu kecil, adik-adik saya punya barang kesayangan yang selalu mereka bawa kemana-mana, dicium dan dipeluk-peluk. Salah satu adik sayang dengan bantal guling kecilnya, yang satu lagi busa alas tempat tidur bayi. Saking sayangnya, mereka tetap membawa bantal dan busa itu meskipun sudah protol. Mungkin aneh bagi pembaca, tapi membawa dan memeluk barang empuk ini memberi rasa aman dan nyaman di saat mereka stress.

 

Mungkin anda dan saya tidak punya barang seperti ini, tapi saya rasa kebanyakan dari kita punya sesuatu yang kita andalkan saat kita stress, bingung, pusing atau mengalami perasaan negatif. Buat sebagian orang makan enak bisa jadi penghibur di kala stress. Buat orang lain mungkin hobi seperti nonton TV atau main game bisa jadi distraction.

 

Saat manusia merasa tidak aman, biasanya kita juga mencari rasa aman bukan? Mungkin anda merasa aman kalau punya banyak uang dan barang. Untuk yang lain mungkin rasa aman itu didapat dari banyaknya sahabat yang kita punya. Sebagian orang lain mungkin kuasa menjadi andalan yang bisa melindungi dari bahaya.

 

Injil hari ini bercerita tentang seorang kaya yang setelah meninggal menderita sengsara di alam maut, sedangkan Lazarus yang miskin diterima di Surga. Pesan utama Injil bukanlah untuk kita mengejar kemiskinan dan takut untuk kaya. Orang kaya di sini digambarkan sebagai seorang yang "bersukaria dalam kemewahan", lebih mengandalkan harta kekayaannya daripada Tuhan dan tidak punya belas kasih menolong orang lain yang menderita. Sifat mengandalkan hal-hal fana inilah yang dikecam Tuhan di bacaan pertama.

 

Pertanyaan renungan hari ini adalah: Siapa yang kita andalkan dalam hidup? Apakah kita cepat mencari perlindungan dari harta atau orang lain? Hari ini kita diajak untuk menaruh harapan kita pada Tuhan, meskipun mungkin kita punya banyak hal lain dalam hidup yang bisa kita andalkan. Seorang yang mengandalkan Tuhan punya mata yang selalu tertuju pada Tuhan. Ia cepat untuk berdoa pada Tuhan saat menghadapi masalah dan mau pasrah pada rencanaNya. Ia juga sadar kalau semua yang ia miliki tidaklah kekal dan relasinya dengan Tuhanlah yang kekal. Marilah di masa pra-paskah ini kita belajar untuk lebih lagi mengandalkan Tuhan dan melepaskan ketergantungan kita pada hal-hal duniawi.