Pernah gak ditegur pasangan karena engga dengerin dia lagi ngomong apa? Kayaknya pengalaman seperti ini cukup umum buat seorang suami yang sibuk sendiri nonton TV atau ngeliat gadget. Istrinya ngomong apa, dianya ngangguk-ngangguk aja tapi sebenernya perhatiannya terbagi. 

Sebenernya jaman sekarang ini sulit sekali pikiran kita untuk berfokus dengan satu hal saja. Mantra populer di dunia bisnis dan 'personal development' adalah supaya kita pintar multi tasking, yaitu melakukan beberapa hal sekaligus. Katanya supaya kita hemat waktu, efisien dan bisa melakukan banyak hal demi mencapai tujuan-tujuan kita. Akibatnya kita mencoba mendengarkan sesuatu sambil melihat sesuatu yang lainnya. Mungkin buat ahli multi-tasking bisa melakukan satu hal untuk setiap panca inderanya!

Putera kami punya kemauan yang kuat dan tegas. Kalau kami terlalu sibuk dan tidak mendengarkan apa yang dia ucapkan, dia akan mengucapkan hal itu berulang-ulang sampai kami menanggapinya! Kami sadar terkadang kami terlalu sibuk dengan apa yang kami lakukan kalau ia sudah mengeluh tidak ada yang mau mendengarkan omongannya. Emang sih anaknya bawel banget! 

Di sisi lain, saya (Rheza) pernah spend time main game dengan dia. Bukan game yang saya suka, tapi apa yang dia senang mainkan. Di tengah-tengah permainan dia bisa tersenyum senang sambil berkomentar kalau dia senang sekali bisa main game ini bersama saya. Disini saya sadar kalo quality time dan kehadiran saya penting buat anak saya. 

Dalam hubungan apapun, tentunya kita mudah merasa kalau lawan bicara kita tidak konsen bukan? Kami rasa tidak ada orang yang senang kalau dicuekin atau tidak diladenin. Dalam hubungan yang sehat, setiap orang harus 'be present' atau 'hadir' secara sungguh-sungguh satu sama lain. 

Kami rasa begitu juga dalam hubungan kita dengan Tuhan. Ia mau supaya kita benar-benar hadir sepenuhnya saat berdoa, saat berbincang dengan Dia. Hubungan kita dengan Tuhan butuh juga quality time, tidak hanya doa 'multitasking' yang kita ucapkan sembari kerja, sembari nyetir atau olah raga. Seperti kisah Maria dan Marta, Yesus memuji Maria yang mau berada dekatNya sambil mendengarkanNya sungguh-sungguh saja. 

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
Luk. 10:39 TB