Puspa punya pengalaman menarik di SD. Aku kan bersekolah di sekolah Katolik, tapi teman-teman dekatku dari berbagai agama yg berbeda: ada yang Muslim dan ada juga yang Protestan. Aku inget kalau aku suka minder kalau lagi ngobrol terus ngomongin tentang hal rohani. Karena terus terang aku ga pernah hapal ayat-ayat alkitab. Sedangkan temanku yang Protestan banyak yang hapal ayat. Sedih ya? Tapi ya itu kenyataan, aku merasa kalau kita kurang diajari untuk membaca Alkitab.
Nah, setelah dewasa dan lebih serius untuk memperhatikan hidup rohaniku, aku mulai lebih sering membaca Alkitab dan mempelajarinya. Lalu ada beberapa ayat yang menjadi ayat favoritku. Salah satunya yaitu dari Markus 11 ayat 24:
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."
Dalam kehidupanku ayat ini sudah terbukti nyata, baik dalam hal kecil atau sepele seperti saat stress cari parkir di jam dan tempat yg susah dapat parkir maupun di hal-hal besar. Misalnya, aku sering doa "thank you Yesus buat tempat parkir yang bisa aku dapatkan dengan cepat." Atau "thank you Yesus buat tempat parkir yg deket pintu masuk." Ini kejadian ga cuman satu-dua kali, sering sekali aku dapat tempat parkir dengan cepat tanpa masalah. Aku bersyukur kejadian-kejadian ini bisa aku pakai buat ajarin dan nunjukin ke anak-anak kalau Tuhan mendengarkan doa kita. Aku berharap kalau mereka bisa melihat dan mengalami janji Yesus sendiri lewat ayat ini.
Pengalaman lainnya adalah di akhir tahun 2016 mamaku mendadak sakit dan masuk rumah sakit. Mamaku termasuk org yang sehat ga pernah sakit parah, kali ini kena sakit paru-paru. Waktu itu keadaannya cukup mengkawatirkan, sedangkan aku di Australia dan mamaku di Indonesia. Bayangkan aku ada baby 10 bulan dan dua anak yang dua-duanya belum masuk sekolah. Singkat cerita, aku dan Rheza memutuskan aku dan si baby untuk pulang jenguk mama. Begitu aku sampai, sekalipun mama udah pulang dari rumah sakit, tapi kondisinya masih sangat lemah. Belum bisa jalan atau mandi sendiri, makan juga masih perlu dibantu.
Mamaku sakit itu sekitar akhir November dan aku pulang ke Sydney sebelum Natal. Di akhir Februari rencananya kami semua mau berkumpul di Bali untuk menghadiri pernikahan adiknya Rheza dan sekalian merayakan ultah si bungsu karena cuman selisih satu hari.
Jadi bayangkan aku jenguk mama Desember akhir dan rencana acara keluarga Februari akhir. Secara otak manusia, melihat kondisi mamaku seperti itu, rasanya kemungkinannya kecil dia bisa hadir di Bali. Dalam waktu dua bulan rasanya tidak mungkin dia bisa sembuh. Sebagai orang Katolik, kita diajar untuk beriman, berdoa dan percaya mujizat Tuhan. Tapi betapa seringnya hati kita tak sepenuhnya percaya dan lebih percaya akan pikiran kita sendiri.
Sekalipun pikiran ragu, tapi aku bersyukur karena ingat janji Tuhan di Markus 11 tadi. Aku berdoa: "Tuhan Yesus, ini janjiMu sendiri loh, jadi aku mau pegang janjiMu ini. Thank you buat kesembuhan yang Engkau berikan buat mamaku, thank You mama bisa ikut ke Bali di bulan Februari nanti buat merayakan ultah Dominic yg pertama dan menghadiri pernikahan Inang dan Irina." Aku berdoa gitu aja diulang-ulang. Di kesempatan itu aku ajak mamaku berdoa bersama. Hal ini belum pernah aku lakukan karena aku tinggal di Aussie dan mamaku di Indo sejak masa remaja. Aku juga ajarin mamaku doa Markus 11:24 ini.
Oh ya! Aku juga bilang ke Yesus, "thank You kalo mamaku boleh jadi saksi yang hidup dan pakailah kejadian ini agar makin banyak keluarga dan kenalan mengenalMu!"
Fast forward ke tengah Februari saat mama sudah saatnya periksa balik ke dokter. Mama nanya apakah sudah ok untuk travel ke Bali. Sungguh janji Yesus itu ya dan amin, hasil check up-nya bagus banget! Lebih bagus dari yang di harapkan. Akhirnya kita bisa bertemu dan berkumpul di Bali. Puji nama Tuhan!
Kita sebagai anak-anak Allah, harus tahu apa isi surat cinta Allah Bapa buat kita. Ini manual book kita, apapun situasi hidup kita kita bisa menemukan kebenaran, penghiburan, jalan keluar didalamnya!
Punya ayat-ayat favorit juga baik, tapi kita juga harus ingat bahwa janji Tuhan itu ada di the whole book of Alkitab, ga cuman di satu dua ayat saja. Jadi penting untuk kita mengetahui Kitab Suci secara menyeluruh. Contohnya, kalau ayat favoritku itu kujadiin mantra dan kalo aku ga tau kebenaran janji Tuhan yg lain, pasti aku akan kecewa saat doaku tidak dikabulkan. Kl suatu hari aku cari pekerjaan yang aku inginkan ga dapat lalu kecewa, padahal mungkin Tuhan kasih pekerjaan yang lebih baik yang sblmnya kita ga pikirkan keuntungannya.
Tuhan Memberkati!
