Pernikahan menurut Kolose 3

Pernikahan menurut Kolose 3

Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Santo Paulus berbicara tentang hubungan dalam pernikahan, sebuah perikop Kitab Suci yang sering disalahpahami dan bahkan dianggap merendahkan perempuan. Tapi… benarkah begitu? Apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan kepada pasangan suami istri?

Di episode kali ini, kami ngobrol tentang pandangan kami, pengalaman nyata dalam pernikahan, dan bagaimana kami memahami pesan Paulus dalam konteks kehidupan sehari-hari.

#KeluargaKatolik #Kolose #SuratPaulus #PernikahanKristen #RelasiSuamiIstri #HubunganPernikahan #ImanKristen #FirmanTuhan #RenunganHarian #PodcastRohani #DiskusiAlkitab


00:00:05
Selamat jumpa teman teman keluarga Katolik.

00:00:08
Hari ini kita akan mendengarkan episode terpadu dari aku dan dia

00:00:14
pangkas keluarga Katolik masih bersama mami puspa dan deddy

00:00:19
rasa selamat mendengarkan. Kita mau alli podcast hari ini

00:00:29
dengan membaca firman dari kolos 3 ayat 18 sampai 2, 1 dan 23.

00:00:36
Hai istri istri tunduklah kepada suamimu sebagaimana seharusnya

00:00:41
di dalam tuhan. Hai suami suami kasihlah istrimu

00:00:45
dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

00:00:48
Hai anak anak taatilah orang tuamu dalam segala hal.

00:00:52
Karena itulah yang indah di dalam tuhan.

00:00:54
Hi bapak bapak janganlah sakiti hati anakmu supaya jangan tawar

00:01:00
hatinya. Apapun juga yang kamu perbuat,

00:01:04
perbuatlah dengan segenap. Hatimu.

00:01:06
Seperti untuk tuhan dan bukan untuk.

00:01:09
Manusia. Demikianlah sabda.

00:01:11
Tuhan syukur pada allah. Teman teman. 1 kita mau

00:01:18
mengingat bahwa perikop ini tidak bisa dibaca secara

00:01:21
literal. Ya kita mau lihat konteks

00:01:24
masyarakat zaman itu. Adalah di.

00:01:29
Mana? Pria para pria itu mengontrol

00:01:31
masyarakat dan adanya perbudakan.

00:01:33
Jadi santo paulus menulis dengan adanya latar belakang seperti

00:01:38
itu. Jadi artinya apa tuh?

00:01:41
Apa yang dia mau ajarkan kepada kita sekarang?

00:01:46
Yang menariknya kita sering. Menggunakan ayat ayat ini

00:01:51
sebagai jok ya kalau di perguruan doa atau di seminar

00:01:57
dibajak begini pasti waktu baca ayat 18 suami suaminya langsung

00:02:02
nunjuk istrinya. Hei istri tunduklah pada suamimu

00:02:04
ya kan? Tapi istrinya juga nunjuk

00:02:08
suaminya. Hehehe.

00:02:10
Kasihlah istrimu dong. Atau biasanya enak aja gitu jadi

00:02:16
di dibuat untuk orang lain ya. Tapi menurutku kalau firman sih

00:02:23
nomor satu kan buat diri kita sendiri ya bukan untuk dilempar

00:02:27
ke orang lain. Iya dan aku ingat zaman sekolah

00:02:33
dulu ya sudah tahu sudah tahu beberapa ayat al kitab sih, tapi

00:02:38
sometimes kalau lagi kesal sama teman aku pakai buat nego dia

00:02:42
gitu. It never it never goes well

00:02:47
singkat kata jadi pesannya apa dong kalau gitu kalau kalau

00:02:52
kalau memang pesannya bukan? Untuk istri untuk nurut aja sama

00:02:57
suaminya gitu tanpa syarat dan suaminya seolah olah ini gimana

00:03:01
ya bisa semena mena gitu sama istri gitu.

00:03:06
Kalau menurut aku. Paulus kan mau menyampaikan

00:03:10
sesuatu tuh. Mengajak kita sebagai istri atau

00:03:15
sebagai suami itu untuk saling mengasihi.

00:03:19
Dan taat seperti kita mengasih dan taat sama tuhan gitu.

00:03:25
Aku lihat di surat surat yang lain di surat paulus yang lain

00:03:28
di eventus terutama ya di evesus 5 ayat 21 itu lebih jelas karena

00:03:31
ini ngomongin tentang hubungan suami istri juga uh di situ

00:03:36
dibilang. Bawa istri tunduk kepada suami

00:03:41
seperti kepada Tuhan gitu dan suami enggak cuma disuruh

00:03:46
mengasihi dan enggak boleh bertindak kasar.

00:03:49
Tapi dijelasin juga mengasih istrimu seperti kristus

00:03:53
mengasihi gerejanya gitu. Jadi.

00:03:56
Lebih. Ada apa ya ada?

00:03:59
Penjelasan konkretnya gitu. Bahkan di fes bilang harus

00:04:04
memandikan istrinya dengan air dan firman gitu.

00:04:10
Bukan dengan susu ya? Iya jadi.

00:04:16
Iya aku rasa baik juga gitu karena kan penulisnya sama gitu.

00:04:20
Mungkin untuk. Masyarakat yang berbeda tapi.

00:04:27
Pembahasannya sama sama untuk keluarga gitu dan ya lebih

00:04:32
merasa dapat lebih penjelasan saja di situ.

00:04:36
Aku setuju sih make sense soalnya kalau kalau kita kan

00:04:40
dalam keluarga Katolik kita kan sama semua dibaptis dan kita

00:04:45
sama sama percaya sama tuhan ya kalau kita percaya sama tuhan

00:04:49
kan kita. Percaya kalau kita diperintahkan

00:04:54
untuk saling mengasihi ya kan ya make sense di kalau se ini

00:04:59
meskipun konteksnya beda tapi its a same point gitu.

00:05:02
You believe in god there for you have to love bukan cuma

00:05:07
istrimuore actually you have to love everyone seperti you love

00:05:11
god ya kan? Jadi.

00:05:15
Isi kolose ini i think cuma seperti nasihat dan panduan yang

00:05:20
lebih spesifik ya kan kalau kita mengasih tuhan ya suami kasihlah

00:05:25
istrimu gitu. Dan kalau kalau kalau istri

00:05:30
mengasihi tuhan respect your husben ya kan?

00:05:34
Jadi enggak enggak enggak ada suami tuh merendahkan istri,

00:05:37
tapi enggak ada juga istri merendahkan suami karena merasa.

00:05:42
Oke aku. Aku.

00:05:46
Lebih tinggi gitu iya kan jadi blood way jadi ada satu apa ya?

00:05:51
Menurutku ada satu resiprosity apa sih bahasa Indonesia?

00:05:56
Ada timbal balik ya. I respect you.

00:05:59
You respect me. I aku tunduk sama you you produk

00:06:04
sama i gitu karena kita sama sama tunduk ke tuhan itu jadi.

00:06:10
Ya sebenarnya kalau dibuat bercandaan.

00:06:15
Dan dibuat lede ledekkan itu kayak ada power play ya emang

00:06:19
sih. Kemarin kita baca di katekismus

00:06:22
kan juga tentang pernikahan. Well ini kan gambaran ideal

00:06:26
pernikahan, tapi kan kita selalu pernikahan kita itu selalu

00:06:31
diancam oleh dosa ya. Kan.

00:06:34
Pernikahan manusia. Ya yes suami punya dosa istri

00:06:37
juga punya dosa ya dan sama sama kalau berdosa ya akibatnya apa

00:06:43
dosa kan membawa kita untuk egois untuk mementingkan diriku

00:06:48
sendiri saja gitu dan jadi kalau ada hubungan yang enggak imbang

00:06:52
hubungan yang terluka itu biasanya karena karena dosa

00:06:56
gitu. Kalau suami dan istri di 2

00:06:58
duanya kudus kan harusnya. Harmonis gitu jadi yang

00:07:04
menurutku pesan utama di sini salah satu pesannya.

00:07:07
Ya kalau mau pernikahan kita harmonis dan sesuai gambaran

00:07:12
yang sudah allah ciptakan, suami dan istri harus.

00:07:18
Mengusahakan kekuatan terus. Kekuatan thats ayat 2 3 kan

00:07:22
apapun yang kita lakukan, perbuatan seperti kita mengasihi

00:07:26
tuhan dan. Itu yang paling sulit menurutku

00:07:30
di dalam konteks keluarga kan orang orang yang terdekat gitu.

00:07:35
Karena kita berelasi setiap. Hari setiap saat gitu kalau

00:07:39
semua. Orang kantor atau orang kerja

00:07:42
kayaknya. Lebih lebih.

00:07:45
Gampang gitu iya. Enggak sih benar?

00:07:50
Jadi kalau kita baca firman kan. Well its good its ideal and its

00:07:57
what apa yang harus kita lakukan.

00:07:59
Tapi buat kita yang berjuang kita orang awam yang berjuang

00:08:03
setiap hari dalam dalam hidup sehari hari.

00:08:06
The big question makin how? Dan di episode lalu kan kita

00:08:11
udah sharing sedikit tentang gimana kalau ada konflik gimana?

00:08:17
Aku dan kamu nyelesain konflik gitu mungkin hari ini baik juga

00:08:21
kita sharingin kalau kita baca ayat ini how sih gimana sih kita

00:08:26
ngejalanin ngejalanin ayat ini ya kalau buat aku terutama latly

00:08:33
misalkan misalkan kita lagi ada. Hal yang kita enggak setujui

00:08:40
kita atau ada tempatation buat. Berantem lah istilahnya ya aku

00:08:47
pribadi sih belajar 1 tama untuk diam dulu gitu ya dan mikirin

00:08:52
oke kalau aku ngomongin. This atau kalau aku balas kalau

00:08:58
aku bales omonganmu dengan kata kata ini apa yang akan terjadi

00:09:02
gitu dan omong soes tuh di kepala ya akan tambah meledak

00:09:08
gitu terus ya mungkin aku bisa menang dalam argumen tapi whats

00:09:13
the point ya kan? Buat aku belakangan itu aku

00:09:18
praktekin. Kalau setelah tense gitu ya,

00:09:22
setelah itu aku mungkin lebih. Retrik dan mundur dan.

00:09:30
Berdoa ya. Berdoanya.

00:09:35
Berdoanya bukan ya berdoanya buat aku lebih spesifik bukan

00:09:40
tuhan bela aku dari puspa karena dia salah gitu ya tapi enggak

00:09:45
lebih kayak pasrah ya tuhan. Aku tahu aku tahu kau pengin

00:09:53
pernikahanku ini kudus dan baik apa adanya gitu.

00:09:58
Jadi kalau kalau aku dan puspa dibimbing tuhan dibimbinglah

00:10:03
kami gitu supaya bisa supaya punya rahmat buat menyelesaikan

00:10:09
masalah ini gitu kayaknya jadi dari is my prayer now ya, jadi

00:10:14
meskipun dalam hati ya gue merasa masih menang atau masih

00:10:17
benar. Tapi.

00:10:19
Iya dong kalau tapi untuk untuk untuk punya pernikahan yang

00:10:26
harmonis ya biar tuhan yang kasih rahmat 2 duanya ya bukan

00:10:29
cuman ke aku tapi ke kamu supaya kita bisa bersatu lagi gitu

00:10:34
kalau kamu gimana. Iya kalau kalau kata tunduk itu

00:10:39
dalam konteks bahasa. Indonesia kan kesannya.

00:10:42
Uh kayak disuruh. Apa aja iya gitu.

00:10:46
Ya. Kan.

00:10:48
Iya kesannya kesannya gitu apa? Jadi penggunaan kata.

00:10:53
Tunduk itu juga sometimes enggak helpful gitu buat buat.

00:10:58
Mengartikan. Mengartikan.

00:11:04
Bagaimana kita harus mempraktekkan itu gitu?

00:11:08
Um. Kalau kata submit dalam bahasa

00:11:10
Inggris. Buat aku personally lebih.

00:11:15
Lebih kayak. Isier gitu karena.

00:11:21
Ahm ada. Ada apa ya?

00:11:25
Ada kesan yang enggak membabi? Buta iyain aja gitu kalau tunduk

00:11:32
itu. Sama hal.

00:11:34
Di di. Penangkapan apa pe pemahaman aku

00:11:38
gitu itu apa aja yang dikatakan mesti iya itu artinya tunduk.

00:11:43
Gitu tapi kalau. Submit itu lebih.

00:11:45
Kayak well i have. A freedom to.

00:11:49
Say no gitu. But i did anyway because.

00:11:54
I just two. Gitu.

00:11:55
I just to. Do this gitu i just to love.

00:12:01
I just to. Follow gitu jadi.

00:12:05
Dan kalau di. Disambungin.

00:12:10
Seperti seperti untuk. Tuhan gitu.

00:12:13
Well kan kita diajak untuk. Submit ourself, our.

00:12:19
Will. To gots will gitu jadim buat aku

00:12:23
itu latihannya latihannya. Kalau kita kan kadang kadang.

00:12:30
Melakukan kehendak tuhan itu nggak gampang gitu.

00:12:32
Kadang kadang kita hmm punya keinginan sendiri gitu kan?

00:12:38
Tapi tuhan memberi free will dan kita bisa.

00:12:43
Bisa seo yes or say no gitu. Dan untuk orang yang.

00:12:51
Ah mengasihi tuhan dan kita percaya bahwa gots will is the

00:12:58
best so we. We submit ourself.

00:13:04
Untuk to follow coz will dan dan itu kan.

00:13:10
Its hard. Jadi.

00:13:14
Dalam kehidupan sehari kadang kadang.

00:13:20
Untuk latihannya gitu. Untuk.

00:13:24
Mengesampingkan keegoisanku. Itu itu latihannya sebagai.

00:13:34
Cara. Tunduk pada pada suami gitu.

00:13:37
Kadang kadang kan ya enggak kepengen gini enggak kepengen

00:13:40
gitu tapi. Tapi in our situation, our

00:13:44
family situation. Well, i know.

00:13:47
This is. My part gitu.

00:13:49
I have to do this. Jadi.

00:13:52
Mengesampingkan zona nyaman. Kayak gitu sih kalau.

00:13:56
Buat aku om. Ya kemarin nih aku kan penasaran

00:14:01
apa sih? Kata aslinya submit ke dalam

00:14:04
bahasa yunani Inggris itu. Kata aslinya itu hipos taso

00:14:09
artinya to place one self under untuk menaruh diri di bawah

00:14:15
otoritas someone secara sukarela.

00:14:19
Jadi seperti yang kamu bilang. Sebenarnya kan yang utama

00:14:23
bukannya istri tunduk sama suami, tapi istri dan suami

00:14:26
tunduk pada tuhan gitu ya, jadi kita sama sama secara secara

00:14:33
sukarela. 1 tama taat sama tuhan ya dengan willing lee ya dan

00:14:39
artinya apa ya bukan cuma istri yang.

00:14:43
Tunduk tapi suami juga kan? Kalau dia tunduk sama tuhan, dia

00:14:49
enggak akan semena mena sama istrinya ya.

00:14:52
Dan dia willingly mengesampingkan egonya kalau

00:14:55
buat cowok kan biasanya rata rata suami itu pengin benar.

00:15:02
Jadi untuk ngakuin well istriku juga benar gitu ya kan?

00:15:06
Atau aku suami bisa salah. Itu itu satu bentuk pengosongan

00:15:12
diri sih menurutku jadi. Iya.

00:15:16
Voluntary voluntary submission to choose to respect.

00:15:22
Co operate and support ya indah ya sama sama.

00:15:27
Kamu jadi sedih kenapa nih? Bukan sedih.

00:15:30
Merasa merasa merasa aku. Menindas enggak tapi.

00:15:35
Seberapa banyak gitu kan teman teman juga tahu gitu kan

00:15:40
maksudnya um hidup berkeluarga its challenging gitu enggak

00:15:44
enggak gampang dan jatuh bangun gitu ya.

00:15:47
Sekalipun kita tahu apa yang benar, apa yang ideal gitu, tapi

00:15:51
ngejalaninnya kan juga enggak selalu mulus kan ada jatuh

00:15:55
bangunnya gitu. Om grateful.

00:16:01
Kita sama sama membaca firman dan kenal tuhan dan mengasih

00:16:07
tuhan gitu. Uh jadi sekalipun berat.

00:16:16
Enggak sampai tergeletak lah intinya gitu.

00:16:19
Nggak sampe thrifting away to far gitu jatuh bangun ya abis

00:16:24
jatuh jangan lama lama bisa bangun lagi gitu.

00:16:29
Om great full for us but are also am.

00:16:34
Saat berapa banyak teman teman di di keluarga Katolik ya

00:16:40
terutama yang yang mungkin enggak enggak enggak baca firman

00:16:45
secara rutin gitu. Saat saat menghadapi tantangan

00:16:53
tantangan hidup itu gampang kan? Gitu gampang.

00:16:56
Makin makin jauh gitu makin um cuman me memberi makan keegoisan

00:17:03
dan keinginan diri gitu. Kalau kita enggak memberi makan

00:17:11
apa hati rohani kita gitu yang makin kuat kan keikuan kita gitu

00:17:17
dan itu akan membawa kita semakin jauh gitu dan keretakan

00:17:22
relasi itu akan semakin besar gitu.

00:17:24
Jadi. Ya bukan sedikit mana sih?

00:17:32
Ya Antara sedih tapi juga grateful dan tiap kali.

00:17:39
Kita misalnya ada ada keretakan keretakan gitu.

00:17:44
Betapa aku ngerasa dikasih tuhan karena enggak dibiarkan berlama

00:17:49
lama tapi di di dibawa balik gitu kan?

00:17:54
Dari firman dari dari lagu dari banyak hal gitu.

00:18:00
Dan dan waktu aku ada sharing sih ada ada saat kita enggak

00:18:06
enakan. Gitu ya.

00:18:07
Ngerasa aku terluka banget gitu. Terus.

00:18:13
Bacaan hari itu. Tentang si jada miskin yang

00:18:16
memberi dari kekurangannya itu loh.

00:18:18
Bukan bukan kelebihannya gitu. Jadi pas aku doa gitu ya aku

00:18:23
ngerasa i feel proken. But code willing to.

00:18:31
Pesap my brokeness gitu. Asm offering jadi ente moment i

00:18:38
dont have anything else but. Brokenes.

00:18:44
But i print that aston offering gitu tuhan aku percaya.

00:18:51
Aku ingat apa yang kita bawa sebagai persembahan itu.

00:18:55
Tuhan bisa ubah jadi blessing gitu jadim saat itu aku cuma

00:19:00
bilang i pring this my broken heart gitu um.

00:19:05
Then i want you to hill. Jadi ya itu itu memang juga

00:19:12
enggak. Enggak gampang ya, karena kan

00:19:16
kalau kita lagi terluka atau atau hati kita lagi hancur gitu

00:19:22
itu kan. Sulit gitu.

00:19:25
Untuk untuk kayak kamu bilang me me menerima bahwa.

00:19:32
Penginnya kan maksudnya pengennya kita juga merasa

00:19:35
menang gitu kan? Tapi kalau kita mau submit

00:19:41
ourself to code gitu. Ya enggak boleh mau megangin

00:19:48
kita mau. Menang menang mau.

00:19:49
Menang gitu. Tapi kan kita mau.

00:19:52
Make a relationship work gitu. And sometimes its mean ya, we

00:19:58
have to let go our. Apa?

00:20:05
Our e go dan iya aku merasa. Tuhan itu allah yang dekat sama

00:20:12
orang orang yang patah hati kan ada ya ayatnya ya?

00:20:15
Hmmm se hancur apapun hati kita gitu enggak cuma di dalam

00:20:21
relationship sama pasangan tapi juga kadang sama sama um orang

00:20:26
orang lain di sekitar kita, terutama orang orang yang

00:20:30
terdekat gitu ya. Dan dan.

00:20:35
It's the bund itu kayak. Kayak um open won gitu kalau

00:20:42
kita lagi apa jatuh atau ke luka yang kelukanya lumayan kebuka

00:20:48
gitu itu kan sakit banget ya. Hmm review everything inside

00:20:54
gitu. Tapi saat.

00:20:56
Kita membawa hati yang hancur itu ke tuhan itu kayak tuhan

00:21:02
guncurin petani gitu dia luka itu kayaknya aduh.

00:21:07
Perih tuhan tapi. Thats thats what i taks to get

00:21:12
health gitu. Jadi.

00:21:15
Ya itu itu. Sharing pengalaman yang mungkin.

00:21:21
Agak ngelenceng ya ya enggak. Tapi ya thats thats the hope i

00:21:26
guess. Sebagai keluarga keluarga

00:21:29
Katolik yang dipersatukan gitu ya di dalam sakraman.

00:21:36
Apa? Pernikahan yang kudus itu itu

00:21:40
juga jadi. Hmmm buat aku kekuatan juga

00:21:45
gitu. Sesuatu yang sudah dipersatukan

00:21:48
allah kan tidak dipisahkan gitu jadim.

00:21:54
Agas hidup menghidupi pernikahan secara Katolik dan ya nggak cuma

00:22:02
di perkatin gitu ya. Tapi mari kita.

00:22:07
Hmmm hidup bersama tuhan gitu membawa tuhan di dalam

00:22:12
pernikahan kita relasi kita, keluarga kita hubungan.

00:22:15
Kita suami istri. Atau sama anak itu yang.

00:22:20
Yang. Apa jadi gak cuma kekuatan tapi

00:22:24
juga yang memulihkan setiap kali kita ada relasi yang.

00:22:30
Yang terluka. Yang yang broken.

00:22:33
Ya. Wit ada satwa yang harus di call

00:22:38
out ya harus dimention. Kalau ya kita tahu hidup kita

00:22:43
enggak ideal. Sometimes kalau pasangan kita

00:22:46
abuse ya. Nah, ini bukan cuma suami loh.

00:22:48
Istri juga bisa abusive ke suami kan ya?

00:22:51
Kalau pasangan kita abuse. Kita kita nggak harus.

00:22:57
Diam. Untuk ya dan nggak harus tunduk

00:22:59
sama. Hal hal yang mereka putusin yang

00:23:03
bawa kita ke dalam dosa ya misalkan misalkan suaminya ke

00:23:10
istri eh aku ini ada, aku suka satu wanita lagi kita poligami

00:23:14
aja gitu ya firman ini enggak berlaku ya kan?

00:23:18
Atau kita abuse terus istrinya di abuse terus disuruh suruh

00:23:24
untuk do things. Ya mungkin istrinya abis ke

00:23:28
suaminya suruh suaminya do things gitu yang yang dia enggak

00:23:32
setuju enggak ada konsen gitu. Di situ tunduk enggak berlaku

00:23:38
dan aku rasa sometimes ada kesalahpahaman di Antara kita

00:23:42
kalau gereja itu. Nyuruh wanita tuh tunduk aja.

00:23:46
Actually enggak kalau kita ngelihat benar benar dan

00:23:48
konsultasi benar benar sama sama sama romo gitu ya.

00:23:53
Pasti dalam situasi situasi abuse seperti itu.

00:23:58
Kita enggak enggak enggak enggak enggak disuruh untuk tunduk dan

00:24:03
diam aja ya kita harus melindungi diri sendiri.

00:24:05
Kita harus melindungi anak anak kita juga gitu.

00:24:09
Kalau dalam situasi seperti itu ya kan ini.

00:24:13
Dalam situasi seperti itu, the partner is a following god

00:24:17
actually ya kan jadi. Yang yang follow biasanya satu

00:24:21
pihak dong. Ya.

00:24:22
Kalau karena kalau 2 duanya enggak nggak akan gitu ya kan

00:24:26
maksudnya kalau 2 duanya follow got dan mau mengasihi tuhan dan

00:24:32
submit pada tuhan kan juga enggak.

00:24:35
Doesnt make sense. Kalau kalau itu terjadi.

00:24:38
Gitu ya. Jadi tunduk nggak cuma membabi

00:24:42
buta se yes ya. Kan gitu ya, ada yang harus

00:24:46
diingat. Lagian ada timbal balik.

00:24:48
Mungkin sebelum kita akhiri podcast ini aku ada satu prinsip

00:24:52
ini yang baru. Baru baru ini sih aku pegang

00:24:55
buat diri sendiri gitu. Saat suami dan istri apa

00:25:02
bertengkar? Butuh diingat kalau musuh kita

00:25:05
adalah dosa bukan satu sama lain.

00:25:09
Yang jadi masalah kan kalau kita sudah nganggap pasangan kita

00:25:14
lawan kita gitu dalam pernikahan enggak kita enggak bisa ngelihat

00:25:17
pasangan kita, lawan kita yang harus kita perangi, yang kita

00:25:21
agungkan harusnya masalahnya masalahnya apa gitu?

00:25:25
Oke dan kalau 2 duanya tunduk sama tuhan dan mau rendah hati

00:25:29
kan kita mau sama sama mengalahkan masalah itu ya kan

00:25:33
dus atau dosa itu ya kalau masalahnya dosa salah satu pihak

00:25:37
ya yang berdosa kan kalau. Taat sama tuhan dia sadar gitu.

00:25:41
Dan oke aku minta maaf karena aku.

00:25:46
Kita ada di situasi ini karena dosaku gitu ya?

00:25:49
Atau mungkin sering kan bukan bukan dosa siapa siapa mungkin

00:25:54
ya kesalahan aja ya kan something happen dan itu yang

00:25:57
harus kita. Permasalahkan gitu ya aku.

00:26:01
Aku punya firm believe kalau dalam menyelesaikan masalah

00:26:05
pernikahan itu enggak bisa kita enggak bisa fokus untuk menang.

00:26:10
Dia dia iya mbak bendang atas pasangan kita no kita harus

00:26:13
menang atas. Masalah endosa.

00:26:19
Jadi. Mari kita tutup dengan doa kita

00:26:22
mau terus berdoa buat persatuan pernikahan ya.

00:26:25
Belakangan kita ini punya beban untuk apa ya?

00:26:29
Untuk ngomongin tentang pernikahan dan hal hal yang kita

00:26:34
gumuli gitu masalah masalah dan gimana kita bisa menyelesaikan

00:26:39
apa yang dan apa yang firman dan tuhan katakan gitu.

00:26:43
Mari kita berdoa dalam damba dan putaran rukun islamin bapak yang

00:26:47
baik. Terima kasih untuk karunia

00:26:50
sakraman pernikahan bagi kami orang orang Katolik kami mau

00:26:55
bawa diri kami, pasangan kami, keluarga kami ke dalam hadiratmu

00:27:01
ke hadapanmu ya tuhan. Kami mohon maaf atas kesalahan

00:27:07
dosa dosa kami dan kami mau berdoa untuk persatuan, untuk

00:27:11
kasihmu, untuk pemulihanmu boleh turun dalam pernikahan kami dan

00:27:17
pernikahan semua orang yang mendengarkan podcast hari ini.

00:27:22
Kami berdua untuk. Persatuan keluarga di mana pun

00:27:27
kami berada terutama keluarga Katolik.

00:27:30
Semoga lewat pernikahan ini. Kami semua yang hidup di dunia

00:27:35
boleh mencerminkan kasimu kasimu terhadap gereja, kasimu terhadap

00:27:39
umatmu di dunia ini. Terima kasih ya tuhan, terima

00:27:43
kasih tuhan amin dalam nambah bapak dan putranya rukun desa.

00:27:48
Nantikan kami di episode mendatang dan jika teman teman

00:27:51
terberkati oleh episode ini dukung kami ya dengan

00:27:54
mensharingkan aku kau dan dia podcast keluarga Katolik ke

00:27:58
saudara dan teman teman yang lain.

00:28:00
Jangan lupa kunjungi kami di www.keluarga Katolik dot online

00:28:05
di sana teman teman bisa menemukan episode episode

00:28:07
sebelumnya dan siapa tahu relevan dengan situasi teman

00:28:11
teman saat ini. Sampai jumpa dan tuhan

00:28:13
memberkati.