Sharing Iman tentang Berduka dan Depresi

Sharing Iman tentang Berduka dan Depresi

Berduka adalah pengalaman hidup yang kita semua alami, akan tetapi pengalaman sulit ini sering tidak dibicarakan. Kami bersyukur boleh mendengar bagaimana kawan dan nara sumber kami melalui masa kehilangan ayahnya dan merasa 'down.' Ia membagikan perspektif dari sisi pengalaman pribadi, lensa iman dan sudut pandang ilmu psikologi.


00:00:05
Selamat jumpa teman teman keluarga Katolik.

00:00:08
Hari ini kita akan mendengarkan episode terpadu dari aku dan dia

00:00:14
pangkas keluarga Katolik masih bersama mami puspa dan deddy

00:00:19
rasa selamat mendengarkan. Keluarga Katolik senang sekali

00:00:24
aku dan puspa boleh berjumpa dengan teman teman di manapun

00:00:28
teman teman berada. Salah satu alasan kami membuat

00:00:33
podcast ini adalah kami rindu sekali untuk ada suatu sarana di

00:00:38
mana kita bisa saling belajar dari pengalaman hidup.

00:00:43
Dalam hidup iman banyak konten yang kita ketemu itu tentang

00:00:48
pengajaran dan meskipun pengajaran itu baik ya kita

00:00:50
belajar kita belajar. Belajar tentang gereja tentang

00:00:56
segala macam itu. Tapi kami merasa penting juga

00:01:01
kita bisa mendengar pengalaman hidup manusia dengan tuhan.

00:01:05
Ya manusia yang hidup sehari hari kita orang orang awam dan

00:01:09
gimana tuhan bekerja dalam hidup kita.

00:01:12
Dan oleh sebab itu banyak episode kami ini adalah sharing

00:01:17
entah sharing kami atau sharing teman teman.

00:01:20
Nah. Di episode ini kami beruntung

00:01:24
sekali boleh kedatangan tamu yaitu bukan tamu yang asing,

00:01:29
tapi adalah teman kami yang sebelumnya pernah kami

00:01:33
wawancara. Ia adalah seorang psikolog dan

00:01:36
teman baik kami yaitu sisill yang sekarang domisilinya di

00:01:40
Queensland. Halo zill apa kabar?

00:01:42
Halo halo shaho puji tuhan. Kabar baik kalian bagaimana?

00:01:47
Juga baik. Ya senang ya kita bisa ngobrol

00:01:51
lagi meskipun ya in between kita sih ada ada aja ya ngobrol

00:01:54
sempat ketemu kemarin waktu di Queensland senang sekali bisa

00:01:59
bisa. Iya keluarga kita bisa ketemu

00:02:02
anak anak bisa main bersama gitu its nya alasan kami undang kamu

00:02:08
hari ini adalah karena kamu ada ada cerita ya ada sesuatu

00:02:13
sharing pengalaman yang. Kamu alami belakangan ini.

00:02:19
Boleh diceritakan. Oke shalom teman teman semua.

00:02:24
Thank you buat. Invitation nya buat echa dan

00:02:27
puspa. Jadi hari ini aku mau sharing

00:02:31
soal. Kehilangan papa.

00:02:36
Jadi papa berpulang itu tanggal 6 Oktober 2002 satu.

00:02:42
Ya udah 3 setengah tahun. Waktu itu, seminggu sebelum papa

00:02:48
meninggal itu. Malam malam aku ditelepon.

00:02:54
Terus dibilang papa mesti masuk rumah sakit.

00:02:57
Buthius, you know we's all right.

00:02:59
Kata dokter harus infused aku lupa kayak iron atau apa gitu.

00:03:05
Jadi waktu mau masuk rumah sakit papa telepon.

00:03:10
And you us fine oh jadi dalam habis gitu ya.

00:03:14
Sebenernya sih memang sakit kan papa habis terjerikan apa HNP ya

00:03:20
jadi kayak tulang belakang and ah kayaknya sederinya juga

00:03:24
enggak diden work out pretty well jadi susah jalan terus

00:03:30
mentally dia juga fakta kan. Gitu.

00:03:34
Jadi terus waktu itu covid nah dokter bilang harus masuk

00:03:38
sebaiknya masuk di infused. Jadi terus waktu mau berangkat

00:03:42
ke rumah sakit e cold me gitu. Tapi he was hee alright.

00:03:47
Nah, terus berapa hari di rumah sakit?

00:03:50
Itu midnight nya kita di brisbon aku dapat telepon dari adik

00:03:55
iparku. Dibilang papa masuk ICU drop

00:03:58
gitu ya sudah terus habis gitu. Tiap hari aku telepon mama kan

00:04:04
ngecek nah tanggal 6 Oktober itu tuh hari rabu.

00:04:11
Aku telepon mama nah pas aku telfon itu apa namanya?

00:04:17
Jendelanya itu dibuka gitu ICU jadi kita bisa ngintip kan terus

00:04:23
sempat dikasih lihat sama mama oh papa kayaknya stabil.

00:04:27
Oke ya udah lah puji tuhan. Semoga enggak apa apa sudah aku

00:04:31
tutup telepon terus aku rosari rio kira kira baru jalan

00:04:36
peristiwa 1 jadi benar benar kayak les than fifty manage

00:04:40
mematuhi telepon. Dan panik bapak drop papa drop

00:04:44
gitu padahal barusan telepon itu kan enggak apa apa.

00:04:47
Anyway, terus mama bilang harus kasih keputusan ini mau pakai

00:04:53
mesin atau enggak? Mesin bantu pernafasan.

00:04:57
Waktu itu aku cuma bilang gini, ingat enggak?

00:04:59
Waktu ama meninggal tahun 2015 itu kan kita semua kumpul di

00:05:03
rumah sakit. Nah waktu apa namanya sudah

00:05:06
kritis waktu itu kita memutuskan kita enggak kasih mesin atas

00:05:10
pertimbangan dokter juga gitu kan mesti itu kayak.

00:05:15
Whats the point gitu continue yang living, tapi kita tahu

00:05:19
bahwa ya sudah enggak ada. Ini sudah tidak ada fungsinya

00:05:23
gitu kan, jadi kita enggak mau berolong the paint nah waktu

00:05:28
itu. Papa tuh sempat bilang pokoknya

00:05:32
ya istilahnya dia indicated lah enggak usah kita kalau ada nanti

00:05:36
ada urgent lagi ke depan. Don't use any you know like

00:05:41
assistance gitu. Jadi waktu itu aku cuma

00:05:43
ngingetin mama. Tapi terus aku bilang.

00:05:46
Telepon dokternya aja gitu tanya ke spesialisnya terus mama

00:05:53
kontak dokternya, dokternya bilang hal yang sama membuat apa

00:05:57
dikasih mesin gitu loh kita tahu bahwa izin pain gitu.

00:06:05
Ya udah terus akhirnya mama harus sign kan kayak pernyataan

00:06:09
gitu bahwa memang tidak dibantu, tidak di tidak diberikan alat

00:06:13
bantu gitu ya sudah. Nah selama menunggu itu.

00:06:18
Aku juga harus serius lagi. Tapi vote reason kayak.

00:06:22
Artinya enggak need to repeat it gitu.

00:06:24
Jadi aku mulai lagi dari depan. Nah pas sampai di peristiwa yang

00:06:28
4. Assalamtion kan itu kan gluris

00:06:32
misteri tuh kalau air rambut pas sampai ke peristiwa 4.

00:06:37
Apa namanya buahnya itu kan happy def gitu kan aku langsung

00:06:41
wah ini kayaknya papa nih bakal jalan gitu kan ya sudahlah aku

00:06:45
terusin doa selesai doa rusario terus aku telepon adikku.

00:06:51
Aku message dulu aku bilang tanyain ke nurse dong boleh

00:06:54
enggak aku telepon? Gua bilang gitu terus dibilang

00:06:59
boleh boleh saya telepon aja gitu.

00:07:01
Akhirnya aku telepon terus aku bilang nempelin ke telinganya

00:07:04
apa apa gitu kan? Ya udah terus akhirnya aku

00:07:07
ngomong sama papa, jadi papa sudah enggak sudah enggak ini

00:07:11
unces. Gitu itu cepat banget.

00:07:13
Terus aku bilang sama papa cepat banget.

00:07:15
Jadi cuman seminggu setelah masuk rumah sakit.

00:07:19
Itu. Jadi kita juga enggak, waktu itu

00:07:22
sih diagnosanya numonia. Waktu masuk.

00:07:27
Tapi kan karena covid enggak bisa di visit kan.

00:07:32
Gitu. Ya udah jadi terus.

00:07:35
Akhirnya cuma mama yang di rumah sakit.

00:07:39
Gitu ya udah aku ngobrol sama aku ngomong sama papa aku bilang

00:07:43
pah kalau memang you know you a ted you would like to go gitu

00:07:48
kan. Just go.

00:07:52
I got the feeling gitu kayak wah ini kayaknya bakal jalan gitu

00:07:55
hari ini terus beneran setelah aku ngobrol sama papa sebentar

00:08:01
aku bilang. Udahlah kalau papa sudah capek

00:08:04
istirahat aja gitu. We will be fine.

00:08:08
Terus enggak lama aku tetap telepon sampai setengah jam aku

00:08:11
dapat telepon. Udah enggak ada.

00:08:15
Gitu. Ceritain dong kamu selamat om

00:08:19
kan papamu kan dekat banget ya the only doter yang dari dulu

00:08:25
kayaknya apa ya buat aku yang yang papaku juga sudah meninggal

00:08:29
waktu aku kecil sometimes INW you gitu kedekatanmu sama papamu

00:08:34
itu ya i think it's idaman buat setiap anak anak cewek gitu ya

00:08:40
ceritain seberapa dekat biar teman teman.

00:08:42
Bisa bisa dapat gambaran. Ya sih aku sama papa tuh memang

00:08:47
dekat jadi salah satu. Apa ya lem kita tuh music.

00:08:55
Gitu jadi. Apa namanya especially rock

00:08:59
music gitu itu kita kayak connected very well gitu.

00:09:05
Mungkin salah satu memorinya itu adalah waktu.

00:09:08
Ini loh apa American idol kayaknya dari season 3 sampai

00:09:14
coming to the end of American idol tuh kita tuh every weekend

00:09:18
pasti nonton bareng. Terus tahu berapa ya kayaknya

00:09:24
2011 deh. Aku kuliah lagi kan ambil s 2 di

00:09:30
Surabaya toh. Nah terus waktu aku weekend itu

00:09:34
pulang papa tuh sempat ngomong gini.

00:09:39
Erick tentu lagi konser ke asia, tapi dia enggak mau ke

00:09:43
Indonesia. Gue bilang gue papa tahu dia

00:09:46
tadi ada interview katanya Indonesia tuh no save jadi dia

00:09:49
enggak. You know you won't be coming to

00:09:52
Indonesia gitu. Oh ya udah it was just you know

00:09:56
interma so gitu. Terus aku Minggu malam balik ke

00:10:01
Surabaya kan ke tempat beku. Nah begitu aku masuk ke rumah

00:10:05
nyalahin TV the next second aku nyalahin TV tuh iklannya erick

00:10:08
club dan di Singapura 14 Februari 2011 koma serius nih

00:10:13
datang gitu kan di Singapore sudahlah beliin tiket gitu nyari

00:10:17
tiket kan terus. Ternyata mereka enggak bisa

00:10:23
terima ini credit card dari Indonesia.

00:10:28
Oh kau on gitu kan? Tapi ya sudah terus akhirnya.

00:10:34
Cari cari cari cari info ada tiket box di Jakarta telepon lah

00:10:38
ke Jakarta gitu kan mau beli tiket tuh gini gini gini oh

00:10:41
enggak bisa harus in person seolah olah mereka takut kalau

00:10:44
scam terus dikit gimana caranya inperson gitu kan ya akhirnya

00:10:50
adalah Michael gitu kan? Michael tuh teman kita teman

00:10:56
lama di um akhirnya aku telepon Michael terus dia bilang dekat

00:11:00
dekat dekat kantor gue gitu jadi terus akhirnya aku transfer

00:11:05
uangnya untuk 2 tiket Michael yang ambilin gitu.

00:11:09
Nah tapi kalau aku percaya lah itu tuh benar benar tuhan yang

00:11:12
atur. Setelah itu nggak pernah lihat

00:11:15
iklan itu lagi. Add all enggak pernah ada terus

00:11:19
pas beli tiket itu juga mama tuh lagi di Jakarta enggak usah

00:11:23
merasain. Itu.

00:11:26
Jadi terus aku bilang mama Michael mau datang ya ma mau

00:11:30
drop something do not open di envelop gitu itu private oke?

00:11:35
Oke oke terus akhirnya next weekend pulang kan ivo the

00:11:41
enclock gitu terus berdoa gitu dalam hati tuhan nanti kasih

00:11:45
kesempatan ya omi this is bibit papa gitu.

00:11:49
Eh karena itu kejadian loh hari Sabtu itu benar benar enggak ada

00:11:51
orang satupun di rumah isis nih yang nih gitu ya sudah.

00:11:57
Terus aku kasih tiketnya kan? Terus aku bilang.

00:12:00
Maaf ya uangnya cuma sedikit tidak bisa beliin tiket pesawat

00:12:04
dan bayarin hotel gitu. Ya udah, and then that wasit.

00:12:10
Tapi terus enggak pernah lihat lagi iklan itu dari clapton main

00:12:15
di Singapura. Apa segala macam nah enggak ada.

00:12:19
Gitu ya. Ya at least apa ya?

00:12:26
I think one of big dream. Ada ya balik balik ke habis.

00:12:35
Om jalan berpulang gitu. And kamu kan posisinya di

00:12:41
Griezmann ya? Iya dan.

00:12:46
Kan waktu itu memang terus. Kita mikir kalau aku pulang.

00:12:51
Kan harus karantina 10 hari kan waktu itu.

00:12:54
Thats right. Oh masih ada aturan itu.

00:12:56
Ya oh waktu itu masih yang tengah tengah covid.

00:13:00
Jadi terus akhirnya itu lah enggak usah gitu.

00:13:03
Aku ngomong sama mama gimana gini gini gini gini terus ya

00:13:06
sudah masa pulang. Ya udah akhirnya enggak usah

00:13:10
pulang. Terus kan keluarga juga enggak

00:13:12
bisa datang kan enggak banyak gitu yang bisa datang karena

00:13:15
covid. Jadi akhirnya aku.

00:13:18
Ini arrange. Virtual gitu lah setiap hari.

00:13:24
Nah terus. Hari yang terakhir itu.

00:13:29
Aku bilang sama mama boleh enggak?

00:13:31
I range something peak gitu on that day terus kata mama mau

00:13:35
ngapain aku gini gini terus aku bilang enggak apa apa lah alfa

00:13:39
nama gue gitu. Nah terus.

00:13:42
Aku pikirkan awalnya cuma kayak zoom zoom gitu aja kan gampang

00:13:45
gitu. Tapi terus aku mikir.

00:13:47
Kayaknya enggak bisa nih ribet kalau mau yang benar benar you

00:13:50
know big proper gitu. Akhirnya aku kontak salah satu

00:13:55
teman baikku waktu SMA. Dia memang eo gitu terus aku

00:13:59
kontak dia terus jawaban pertamanya dia gini.

00:14:03
Aku tuh sudah nungguin kamu kontak loh sil sebenarnya sudah

00:14:08
dari dengar papamu enggak ada tapi kamu enggak kotak gitu.

00:14:12
Saya mikir apa maksudnya ya kan pasti kamu bakal perlu kayak

00:14:16
ginian gitu loh, jadi aku udah ready to help you gitu.

00:14:22
Ya udah jadi itu benar benar yang kayak aku minta tolong dia

00:14:26
itu h min satu atau paginya ya aku lupa deh kayaknya h min satu

00:14:31
deh. Terus dia datang.

00:14:34
Jadi dia bawa layar dia bawa speaker semua proper jadi benar

00:14:39
benar yang kayak virtual ini set up.

00:14:44
Gitu proses apa tuh tetepi terus pemakaman.

00:14:48
Gitu yang malam terakhir. Jadi kayak apa namanya?

00:14:54
Apa sih namanya kalau malam terakhir gitu lah pokoknya

00:14:56
ibadah kayak gitu toh terus aku minta tolong teman teman PD yang

00:15:00
di malam teman teman hope ya untuk pimpin pujian.

00:15:05
Terus ya udah hidup benar benar proper.

00:15:09
Gitu. Terus ya udah jadi banyak yang

00:15:13
join via zoom. Ya itu sih karena aku enggak

00:15:19
bisa dari sana kan terus. Yaitu thats thats how.

00:15:26
I organize. Asma chat RI can.

00:15:31
Terus. Apa namanya?

00:15:34
Aku juga akhirnya kayak. Come to understanding gitu.

00:15:38
Mungkin karena kita terlalu dekat ya.

00:15:41
Jadi kayak. It was his way.

00:15:46
Supaya kita enggak ketemu. Maksudnya?

00:15:52
Jadi aku nggak usah lihat ikhlas moments of being pain.

00:16:01
Ya thats wow. I see it.

00:16:04
Sekarang. Atau immediately, you knowly.

00:16:09
Hmm. Jadi setelah pokoknya setelah

00:16:12
papa berpulang gitu kan terus aku nanya kayak tuhan kok aku

00:16:16
harus di sini gitu kok aku enggak boleh di sana?

00:16:19
Iya dan kan enggak bisa pulang. Jadi terus.

00:16:24
Nenek nih came to understanding kayak oh oke i think thats what

00:16:28
he wants you. Mestinya pitaf.

00:16:35
Ya. Iris.

00:16:37
Ya aku remember. Hmmm.

00:16:41
Apa? Imagineing help prokenha you

00:16:45
waktu awal awal ya. Hmm pasti berat.

00:16:52
Tapi the funny thing itu kayak. Mungkin kalau kita bicara kayak

00:16:57
dari sisi psikologi gitu ya. Oh brain itu kan kayak protect

00:17:01
us gitu kan jadi the first itu. Haus oke loh actually like house

00:17:07
copping well i thought gitu kupikir aku kayak oh OK lah aku

00:17:11
griffing. Kadang kadang nangis gitu kan?

00:17:16
Terus ya sudah gitu tapi. Titik terberatnya itu malah di

00:17:24
bulan ke 11. Jadi waktu September 2002 2 aku

00:17:29
merasa something wisnu right gitu.

00:17:34
Kayak aku mulai dipress. Jadi bangun pagi tuh nangis

00:17:37
nangis gitu for what i dont know.

00:17:40
Tapi i was feeling so sat. Terus setelah 2 Minggu mulai

00:17:46
enggak bisa tidur. Terus kayak apa ya?

00:17:50
Pokoknya kayak sombing gitu lah gitu.

00:17:53
Jadi dan i look at myself terus aku merasa kayak oke ini

00:17:59
depression enggak ada yang lain ingin sudah pasti depression.

00:18:03
Terus. Akhirnya aku kejipi.

00:18:06
Gitu jadi waktu ke gp. Karena gp tahu kalau aku

00:18:11
psikolog kan jadi terus aku cuma tinggal ngomong the symptoms ini

00:18:16
ini ini ini ini terus ini the pastik sudah enggak bisa tidur.

00:18:21
Selain detail terus gp cuma. Ini butuh obat nih ceritanya.

00:18:26
Iya gitu. Lets dikasih obat terus.

00:18:31
Aku kan enggak pernah ambil ini kan anti depresent gitu

00:18:34
sebelumnya enggak pernah minum. Zenanya ini first time ya first

00:18:38
time kalau gitu half aja dibilang.

00:18:41
Both the first a week for one week setelah itu full the whole

00:18:47
ini tapi minum setengah aja aus feeling really.

00:18:52
Well like way baru kayak gitu. Terus akhirnya habis seminggu

00:18:59
aku balik lagi ke dia gunanya ini aku feeling way baretel dan

00:19:04
dan lasik gitu terus bilang ya sudah enggak usah ditambah half

00:19:08
aja gitu. Terus dia kasih 3 bulan.

00:19:14
Waktu itu it help a lot. Cuma ya gitulah apa harus

00:19:19
fighting back kayak. You know feeling lampi gitu kan

00:19:23
kalau pagi kan kalau minum minum anti depresan kan?

00:19:27
Pagi itu bahwa enggak bisa fresh kan gen.

00:19:31
Something isnow hanging over. You head.

00:19:36
Gitu. Ya.

00:19:39
Applying the theory, gitu cha. Jadi pokoknya pagi bangun jumin

00:19:47
nyiapin anak anak kapas segala macam gitu kan.

00:19:49
Terus waktu itu aku kerja jalan juga masih partai.

00:19:53
Yaudah isusul. And i walk a lot.

00:19:59
Gitu dan itu di bulan ke 11 itu perasaan sedihnya tentang

00:20:05
tentang your dad. Iya, jadi mungkin kayak.

00:20:11
Iya its like kids you gitu. Kayaknya realisationnya tuh

00:20:16
datangnya cukup cukup lambat. Karena kan mungkin karena enggak

00:20:21
di sana ya. Karena kan aku enggak ngadepin

00:20:23
ya waktu kota sakit gitu kan? Terus waktu meninggal pun kan

00:20:27
aku juga enggak di situ. Makanya tadi aku bilang kayak i

00:20:30
think was sesuai kayak you know it's best for us not to being

00:20:35
the same place as thing go. Ya terus ini sudah sudah sempat.

00:20:40
Sempat balik indo belum? Sejak.

00:20:42
Sempat sempat sudah sempat. Jadi waktu enggak mau kapan 3

00:20:47
tahun. Waktu berasa depress nya itu.

00:20:51
Sempat tahu enggak enggak belum? Baliknya.

00:20:54
Belum belum balik, jadi aku balik itu Oktober tahun lalu

00:20:57
2002. 4. Pas 3 tahunnya papa kan?

00:21:02
Nah terus. Mama tuh kayak punya request

00:21:06
gitu papa kan dulu setelah dikremasi.

00:21:10
Di apa abunya kan disimpan di rumah abu di lawang itu kan?

00:21:14
Nah terus ada rumah abu baru kan yang punya karmel.

00:21:20
Nah. Ko meninggal gitu jadi waktu

00:21:25
omku meninggalkan terus di abunya disimpan di rumah karmel

00:21:29
itu terus habis gitu. Malah aku tuh sedih gitu, tapi

00:21:34
dia enggak cerita nanti ibarat kian cerita dia bilang oh mama

00:21:37
nangis gitu kan aku bilang kenapa gitu?

00:21:40
Ternyata dibilang pengin mindahin papa karena kan kalau

00:21:44
di tempat karmel kan didoakan setiap hari kayak gitu kan?

00:21:49
Sementara buat kita kan mendoakan aroh itu kan sangat

00:21:52
sangat penting gitu. Dan terus di tempat karmel itu

00:21:56
juga semisal nih. Nanti generasi berikutnya sudah

00:22:00
tidak ada yang mengurus itu abunya sama mereka disimpan di

00:22:05
dalam goa yang di pintu gua itu ada tuhan yesus besar gitu.

00:22:11
Jadi di bawah itu untuk menyimpan abu abu yang sudah

00:22:14
tidak. Perawat sama keluarganya.

00:22:19
Jadi we know for sure for eventity that you know that

00:22:23
would be alright. Gitu.

00:22:27
Jadi akhirnya pas papa 3 tahun kemarin.

00:22:32
Apa namanya? Aku kasih surprise.

00:22:36
Pulang enggak pakai ngomong sampai hari h benar benar big

00:22:41
surprise lo everyone terus. Sama ini apa namanya memindahkan

00:22:48
albumnya papa sama mama juga minta yo.

00:22:52
Tempat di samping papa kayak gitu lah.

00:22:56
So ya. Di masa masa awal gitu tetap kan

00:23:06
proses griffing yang sebelum yang yang bulan 11 itu selama 11

00:23:12
bulan kan pasti ada griffing yang menurut kamu mungkin normal

00:23:16
gitu ya yang melalui proses caranya apa aja tuh buat bisa

00:23:22
share ke buat teman teman yang mungkin ngalamin hal hal yang

00:23:25
mirip dan sama. Aku rasa yang paling berat dalam

00:23:30
proses grifing itu adalah. Melawan apa ya?

00:23:38
Ada tistiad budaya kita gitu kan ada banyak pantangan kan?

00:23:43
Oh jangan ditangisin terus nanti arwahnya enggak bisa naik ke

00:23:46
surga kayak gitu gitu. Iya dong.

00:23:53
Ada ya. Tapi itu kayak you know the back

00:23:57
of my mind gitu jadi aku harus kayak.

00:24:01
Apa namanya? Kayak go again sih gitu norma

00:24:05
norma seperti itu kayak gitu termasuk aku juga harus apa

00:24:10
namanya kayak kasih pemahaman ke mama bahwa orang berduka itu

00:24:15
prosesnya sendiri sendiri. Jadi ada orang yang berduka

00:24:19
dengan caranya dia sendirilah kayak gitu.

00:24:22
Nah sementara kalau buat aku ya. Kalau aku pengen nangis karena

00:24:27
aku kangen ya aku nangis. Bets it.

00:24:31
Gitu. Tapi kalau misalnya aku fine

00:24:34
kayak misalnya aku apa namanya dengerin lagu gitu kan lagu baru

00:24:39
gitu rock music terus aku kayak wah ini papa pasti suka gitu.

00:24:44
Jadi i maintain back connection. Suami personely kayak gitu.

00:24:52
Gitu. Ya itu sih jadi griefingnya ya.

00:24:58
Yang aku yang proses waktu itu membantu aku banget tuh karena

00:25:02
aku nulis. Jadi journaling pendek pendek

00:25:06
aja kayak gitu kayak apa namanya.

00:25:11
Mencurahkan isi hatimu gitu ya. Mencurahkan isi hati gitu.

00:25:18
Jadi apapun lah itu gitu kan. Kadang kita juga ada perasaan

00:25:22
kayak why did you go gitu kan kayak ada perasaan marah kayak

00:25:26
gitu gitu denial apa segala macam.

00:25:28
Aku tulis aja semuanya kayak gitu.

00:25:32
Tidak kutulis semuanya dengan pemahaman bahwa.

00:25:37
Apa namanya? I do have a very cluse

00:25:39
relationship with my dad oke gitu jadi.

00:25:44
Enggak ada apa sih? Enggak ada pamali enggak ada

00:25:46
pantangan gitu lah menurutku gitu ya tak suara i believe

00:25:50
gitu. Terus.

00:25:53
Ya itu sih jadi. Writing itu very helpful terus

00:25:58
aku banyak enggak banyak lah baca beberapa buku gitu kayak di

00:26:03
link with loss with griving kayak gitu.

00:26:07
Terus juga di salah satu buku yang membahas soal depresi itu.

00:26:12
Ada salah satu chapter yang membahas tentang depresi karena

00:26:16
kehilangan orang yang dicintai kayak gitu.

00:26:19
Dan di situ yang diinterview kebetulan juga psikolog karena

00:26:22
dia kehilangan anaknya kan anaknya meninggalkan anak

00:26:25
kanker. Jadi terus dia bilang.

00:26:30
Kenapa kita harus? Memandang depresi karena

00:26:33
kehilangan orang yang dikasihi itu dari sudut pandang

00:26:37
patologis. Kenapa itu harus dipandang

00:26:40
sebagai kondisi depresi yang klinis, yang kayak sakit kayak

00:26:44
gitu? Jadi dia menawarkan sudut

00:26:48
pandang baru bahwa itu tuh sebenarnya adalah bentuk

00:26:52
bagaimana kita itu. Bener bener mencintai orang yang

00:26:56
sudah berpulang ini tadi kayak gitu.

00:27:01
Jadi aku. Apa namanya kayak belajar banyak

00:27:06
memahami lagi gitu tentang proses grifing itu seperti apa

00:27:11
ya gitu dan. Sejak saat itu.

00:27:16
Karena aku baca buku gitu kan ya?

00:27:18
Jadi i help my klien juga gitu ya kayak briefing gitu, jadi

00:27:24
kayak mereka sudah kehilangan hasbulnya kayak udah eight years

00:27:28
then years gitu tapi masih kayak griffing kayak kayak masih

00:27:33
nangis sedih terus aku cuma kayak.

00:27:37
Berdiskusi sama mereka mengajukan pertanyaan dan lain

00:27:41
sebagainya. Apa apa sih artinya menangis?

00:27:45
Menangisi pasanganmu tuh apa artinya kayak gitu?

00:27:47
Terus mereka bilang because i mis gitu kan pisah, imis my

00:27:52
husband kayak gitu. Jadi terus.

00:27:56
Berarti kan itu air mata sebenarnya bukan air mata.

00:27:59
Sedih kan itu air mata out of love because unis your husden

00:28:04
gitu. Terus mereka kayak oh iya bener

00:28:06
juga ya gitu jadi. Kita sama sama belajar me

00:28:11
reframe. Kenapa kita masih menangisi

00:28:14
orang orang yang sudah berpulang kayak gitu?

00:28:18
Gitu. Ya jadi aku.

00:28:24
Menyampaikan ke keluarga aku bahwa i have my own way to gref.

00:28:27
Oke i am not going to drag papa. You know turun dari surga dengan

00:28:32
aku menangis daun wury. Karena kan apa namanya?

00:28:39
Aku sih percaya itu janji tuhan gitu ya maksudnya ketika aku

00:28:42
harus rio kan terus dibilang happy def.

00:28:45
Enggak sih? Kayak janji tuhan ke Abraham ya

00:28:50
its a that. Happy that is a give its a its a

00:28:55
sebelasing its its beautiful actually karena tuhan datang dan

00:29:00
memeluk anaknya ya dan. Terus kalau kalau waktu kamu tuh

00:29:07
mesti ketemu klien lagi griefing wasit.

00:29:11
Sulit enggak atau i oke gitu. Atau helpful?

00:29:18
Sekarang sih oke gitu dan helpful banget jadi.

00:29:25
Di setiap session yang kayak misalnya aku harus bantu klien

00:29:28
yang griffing itu. Aku juga selalu menanamkan dalam

00:29:32
benakku adalah bahwa oh oke this is Ternate opportunity for me to

00:29:37
like reflecting lagi gitu bapak my own gref kayak gitu.

00:29:45
Jadi ahm. Its okay gitu kayak normalizing

00:29:49
apa sih namanya griffing gitu kan gitu.

00:29:52
Jadi meskipun kayak misalnya ini sudah berapa hampir 4 tahun ya?

00:29:57
Hmm. Is steel miss himm?

00:30:04
Ya. Ini t oke.

00:30:06
And its okay. And its okay benar and it's OK

00:30:10
rusak. Salah satu lagi yang mungkin

00:30:14
belakangan ini cukup bikin ramai di sosial media itu kan ini kan.

00:30:23
Nose both this name yang main spiderman.

00:30:27
Yang mana ada 3 spiderman film? Dan waktu itu mereka 3 tiganya

00:30:34
main film bareng. Aduh siapa namanya?

00:30:37
Andrew garfield, andrew garfield can he loss his mom?

00:30:43
Gitu dan dia muncul di banyak acara TV gitu ya?

00:30:48
Dari interview sampai ke acara anak anak menormalisasi proses

00:30:54
berduka kayak gitu. Jadi i also founds apa namanya

00:31:01
inisiatif tuh juga bagus banget gitu.

00:31:05
Jadi dia me reframe apa sih namanya?

00:31:08
Kedugaan itu sebagai proses kita.

00:31:11
Keeping the memrories. Kayak gitu ya sebenarnya buat

00:31:19
banyak klien psikolog kan am sure you pernah ditanya juga ya

00:31:26
have you experience this is pernah ngalamin enggak gitu

00:31:29
jadi. I think it's good apa kalau.

00:31:36
Kalau pengalaman kita itu bisa juga membantu orang lain gitu.

00:31:42
Akhirnya kan kita juga kalau udah ngalamin lebih bisa

00:31:46
mengerti apa yang. Dialami orang orang itu gitu.

00:31:51
So we have. Bener sun experience benar.

00:31:55
Ya. Memang sih kadang mereka juga

00:31:57
bertanya gitu kan kayak have you experience?

00:32:00
This gitu terus gitu ya. So ya.

00:32:06
Ba ya amin lah kayak i think. Dari proses grifing ini yang

00:32:11
paling penting itu adalah bahwa. Setiap orang itu punya proses

00:32:17
berduka yang berbeda. The way i gref itu different

00:32:21
with the way grave gitu. Dan itu oke cuma memang dari

00:32:27
sisi kayak misalnya kalau misalnya terus kita jadi to

00:32:30
depress sampai yang tidak bisa berfungsi itu kan sudah berbeda

00:32:35
gitu ya itu lain gitu. Jadi.

00:32:39
I think kuncinya adalah tetap pada.

00:32:42
Meskipun kita berduka. Itu selama kita masih bisa

00:32:47
berfungsi tetap bisa menjaga diri gitu ya.

00:32:50
Self care tetap sehat, tetap segala macam.

00:32:53
I dont think thats an issue gitu.

00:32:58
Kalau dari. Orang yang sedang berduka lagi

00:33:04
griffing gitu. Hmmm bagaimana orang lain itu

00:33:10
bisa helpful buat kamu? Hmm dari se very good question.

00:33:16
Oke. Again kan setiap orang berduka

00:33:21
ya berbeda ya. Kalau aku aku bilang ke beni.

00:33:29
Ke suamiku. I need my state in the morning.

00:33:34
Jadi itu kenapa aku? Dengan sengaja bangun subuh 4:30

00:33:41
itu ketika benar benar enggak ada orang sepi.

00:33:44
Thats when i have my space to. You know, geting touch with my

00:33:49
feeling. Begitu, jadi mungkin yang

00:33:54
penting adalah. Orang yang berduka itu sebisa

00:33:58
mungkin ngomong ke orang lain juga gitu.

00:34:03
Kalau enggak bisa. Ly need.

00:34:05
Buat orang orang yang. Enggak ngerti psikologi gitu ya

00:34:09
enggak enggak ngomong gitu jadi. Gue cari teman psikolog.

00:34:18
Iya kan? Maksudnya museum usk gitu ya?

00:34:23
Enggak tidak dengan sendirinya punya inisiatif untuk bilang aku

00:34:27
maunya apa gitu? Bagaimana orang bisa membantu

00:34:30
aku gitu. Tapi kan sometimes kita di

00:34:34
posisi teman yang memiliki teman yang lagi berduka sebenarnya

00:34:40
pengin bantu gitu tapi juga banyak.

00:34:44
Kali juga takut. Takut salah gitu takut takut

00:34:49
malah enggak hapful gitu iya jadi kadang kadang mungkin.

00:34:55
Butuh butuh insight gitu dari orang orang yang pernah

00:34:59
mengalami gimana caranya kita bisa.

00:35:05
Helpful friend buat orang. Lain, iya, that is also good

00:35:09
question. Kalau kalau menurutku lebih baik

00:35:13
bertanya gitu apa yang aku bisa bantu kamu saat ini?

00:35:18
What do you need? Kayak gitu?

00:35:20
Paling enggak kita mempromting mereka untuk iya what do you

00:35:24
need gitu? Kalau misalnya mereka bilang am

00:35:27
fine gini gitu. Kalau mungkin teman dekat kan

00:35:31
kita tahu ya for example kayak apa namanya?

00:35:36
Mau aku ini enggak bantuin jagain anak anak misalnya kalau

00:35:39
kita yang di sini gitu kan sudah i can have.

00:35:42
View hours gitu to yourself enggak apa apa sih itu

00:35:46
ditawarkan. Kalau misalnya relasi memang

00:35:48
dekat kan. Terus apa namanya?

00:35:54
I think kebiasaan kita yang selalu bilang kayak.

00:35:58
Yang kuat ya kamu harus tabah gitu.

00:36:02
Itu enggak sehat. Buat Indonesian.

00:36:05
Ini di sini itu Indonesia. Di sini kayaknya i dont know.

00:36:10
Kayaknya enggak terlalu sampai gitu.

00:36:12
Dan kalau di sini sih kayaknya enggak.

00:36:14
Ya dan yang jangan nangis gitu ya.

00:36:16
Very comment ya. He eh jangan.

00:36:19
Nangis mesti kuat harus tabah kan orang tua kamu sudah bahagia

00:36:24
di surga kayak gitu ya. Tapi kita yang ditinggal.

00:36:29
Boleh lah nangis gitu. Boleh lah merasa apa namanya

00:36:34
enggak kuat. Jadim.

00:36:39
Sejak papa berpulang itu kadang aku kasih tahu sih teman teman

00:36:43
dekat kan kadang di grup gitu kan ya oh ini papanya meninggal

00:36:47
gitu. Terus kan teman teman pada yang

00:36:48
kayak apa namanya yang kuat ya yang tabah gitu terus kadang tuh

00:36:53
aku suka japri gitu hey. Ini orang baru kehilangan

00:36:57
orangtuanya. Boleh nangis lah dia gitu boleh

00:37:00
boleh enggak tabah gitu boleh dia enggak kuat nanti ada

00:37:02
waktunya dia bisa kuat lagi gitu dan memang yang tadi puswa

00:37:06
bilang gitu, banyak orang yang terus kayak, iya ya kita enggak

00:37:09
boleh ya ngomong kayak gitu ya sila ya ya sebenarnya bukan

00:37:12
enggak boleh sih. Cuma kayak.

00:37:13
Enggak healful ya. Iya enggak helpool gitu loh.

00:37:18
Gitu aku malah sometimes orang ngomong gitu karena mereka

00:37:24
enggak. Tahu apa iya dan.

00:37:26
Dan enggak mungkin enggak tahan enggak tahan its its start untuk

00:37:29
kontain atau people emotion kan ya kalau ada orang sih di depan

00:37:33
kita ada yang mungkin cultureally juga some people

00:37:36
yang enggak yang apa ya its difficult.

00:37:39
So dont cry. Ya but tapi ya memang setuju

00:37:45
banget memang. Justru iya, dalam dalam

00:37:51
pengalamanku juga. Kalau emosi itu mau coba di apa

00:37:57
dipendam itu justru enggak enggak helpful kalau lagi

00:38:00
griffing which is have to experience masih ngalamin ya

00:38:05
biar biar proses itu berjalan. Ya berarti buat orang yang

00:38:10
sedang berduka juga. Ini ya perlu menerima ya bahwa

00:38:17
its okay to. File this way gitu ya kalau

00:38:22
kalau lingkungannya bilang oh enggak boleh nangis yang kuat

00:38:26
gitu kan? Orang yang enggak ngerti gitu

00:38:30
belum belum punya pemahaman bahwa griffing its a normal

00:38:34
process. Akan bilang oh ya.

00:38:38
Merasa enggak boleh gitu merasa its its not right to cry is not

00:38:44
right to feel set. Jadi ya harus harus menerima ya

00:38:50
bahwa ini proses yang harus di. Alami harus dijalanin harus

00:38:56
dihadapi. Dan apa namanya?

00:39:02
Aku juga jadi mungkin kita yang di psikologi gitu ya?

00:39:05
Atau secara umum lah kan ada banyak yang tahu teorinya.

00:39:09
Kubler rose kan yang 5 tahapan griffing gitu.

00:39:15
Ya five stages gitu kan itu kan griffingnya itu kan dalam bisa

00:39:19
konteks apapun gitu patten dalam.

00:39:23
Setelah aku kehilangan papa dan aku banyak baca buku gitu.

00:39:27
Aku sekarang jadi berpindah ke kubu yang lain gitu.

00:39:32
Mereka kubu. Kubu apa nih?

00:39:39
Kubu teoris yang lain gitu yang kemudian mereka tuh kayak

00:39:43
mengkritik pendekatan dari kubu rose gitu.

00:39:46
Karena kan kalau misalnya 5 tahapan itu.

00:39:51
Enggak bisalah kita tuh di kotak kotaknya kayak gitu gitu.

00:39:56
Dan apa namanya? Ya terus dari situlah aku

00:39:59
belajar bahwa oh iya Inggris single own way of griffing.

00:40:06
Jadi. Makanya dalam kasusku kan?

00:40:11
Depress feelingnya itu baru muncul di bulan ke 11.

00:40:16
Dari situ terus aku bilang ah udahlah teori itu enggak apple

00:40:20
itu my guys. Terus kalau dalam kalau kita

00:40:25
ngomong griffing kan ada ada konsep gosion ya.

00:40:30
Co share di mana kita bisa menerima gitu?

00:40:35
Move on. Kamu kira kira udah udah

00:40:41
mengalami closure itu belum? Kalau closer sih aku rasa.

00:40:48
Aku sedang apa namanya sudahlah sudah bisa menerima kayak gitu.

00:40:54
Jadi sudah tidak ada lagi pertanyaan kayak kenapa sih papa

00:40:58
kok cepat banget kayak gitu kan? Kan papa tuh kemarin meninggal

00:41:02
itu. 3 bulan setelah ulang tahun ke 70 kayak gitu.

00:41:09
Jadi kayak ah barusan juga ulang tahun itu kan terus pergi.

00:41:15
Putuskan. Bapak juga nggak pernah ke

00:41:19
Australia kan gitu belum pernah. Jadi begitu aku dapat telepon

00:41:25
dari addiparku papa duh enggak ada gitu kan terus.

00:41:30
Ten fifty minutes tuh. Aku nangis.

00:41:32
Duduk di sofa terus aku keluar langitnya bersih banget gitu

00:41:36
kan? Terus aku bilang.

00:41:39
Welcome to Australia apa now you can see you o see kayak apa

00:41:42
kayak gitu jadi kayak apa namanya?

00:41:47
Ya thats how i slowly build my way to you know closure gitu

00:41:55
terus pas aku pulang 3 tahun kemarin tuh juga yang kayak.

00:41:59
Simbolik gitu ya? Ya.

00:42:04
Udah aku aku bisa pulang. Terus kan aku yang ambil nikah

00:42:08
aku yang jemput. Abunya papa.

00:42:13
Dari lawang itu. Terus aku yang pangku terus kan

00:42:18
ada rok sarionya juga. Jadi aku cuma bilang.

00:42:23
We are going to a better place pak for you, gitu.

00:42:28
Jadi everything is going to be okay.

00:42:31
Trus kan ya gitu secara budaya gini gitu hati hati loh ya

00:42:36
soalnya kan kamu tuh bawa bunyi orang meninggal nanti apalah

00:42:40
gini gini gini gini terus pokoknya banyak yang kayak gini

00:42:44
gitu gitu kan. Iya adat adat gitu jadi waktu

00:42:49
aku mau bawa abu itu pun petugasnya bapak itu ya dia

00:42:53
bilang gini kamu ke sini ini bawa nya ya kamu harus jualan

00:42:57
lurus, tidak boleh tengok kanan kiri enggak boleh mundur enggak

00:43:02
boleh segala macam aku pikir ya sudah lah ya ini terakhir mari

00:43:05
kita bawa papa pulang ke you know ke karmel gitu.

00:43:11
Ya udah i just did it it gitu. Tapi ya yaitu selama perjalanan

00:43:18
dari lawang ke. Rumah abunya karmel ya aku cuma

00:43:22
bilang papa its going to be okay.

00:43:25
Dan nothing. Nothing happen gitu.

00:43:29
Ya puji tuhan ya kamu udah udah bisa apa sampai ke tahap closeur

00:43:37
itu dan syukur juga akhirnya bisa.

00:43:41
Bisa sempat apa bisa bisa kembali ya kan bertahun tahun

00:43:46
enggak bisa enggak bisa kembali gitu.

00:43:48
Aku juga pernah ngalamin om aku meninggal enggak enggak bisa

00:43:52
langsung pulang enggak it is difficult kalau kita berjauhan

00:43:57
ya dan aku rasa buat orang yang griffing rata rata apa?

00:44:03
Bisa mengunjungi, mengunjungi, mengunjungi di mana tubuhnya

00:44:09
berada. Bisa ngomong itu itu penting

00:44:12
penting buat proses kita gitu. Ya buat.

00:44:16
Kebanyakan aku aku percaya sih itu proses closure yang penting.

00:44:23
Thank you banget. Udah boleh sharing pengalamanmu

00:44:25
terutama aku bersyukur karena kamu psikolog ya kita kan

00:44:30
sebagai psikolog sering punya beban gitu, kita harus terlihat

00:44:36
kuat ya kita harus kita harus show lebih lebih strong lah

00:44:42
emotionally meskipun. Meskipun manusia gitu tapi thank

00:44:47
you for being fourable. Thank you untuk showing.

00:44:54
Your humanity dan dan pengalaman karena ya dari situlah kita bisa

00:45:01
apa ya? Saling belajar.

00:45:06
Sebagai manusia. Hmm.

00:45:09
Thank you for having me. Thank you for.

00:45:13
Kesempatan buat ngobrol dan berbagi sharing iman dan luar

00:45:20
biasa ya kalau kita. Hidup.

00:45:24
Berjalar bersama tuhan seburuk apapun tuhan bisa memperlihatkan

00:45:32
hiskuness his love dan itu itu blessing.

00:45:38
Itu. Enggak semua orang bisa bisa

00:45:40
melihat dan merasakan dan saat kita bisa melihat dan merasakan

00:45:45
betapa baiknya tuhan sekalipun. Situasi hidup kita itu di mata

00:45:49
dunia. Bukan situasi yang ideal ating.

00:45:53
Thats a blessing. Oke, kita mau tutup dengan raya.

00:46:00
Dalam nama bapak putranya kudus. Aamiin.

00:46:03
Bapak yang baik, kami bersyukur untuk setiap kejadian yang boleh

00:46:07
terjadi dalam hidup kami. Terutama saat ini kami berdoa

00:46:11
buat teman teman yang sedang berduka, yang baru kehilangan

00:46:16
orang, orang yang mereka kasihi. Atau mungkin juga um sudah lama

00:46:21
tapi masih merasakan betapa sedihnya kehilangan orang orang

00:46:25
yang mereka kasih ini. Tuhan kami percaya engkau.

00:46:30
Yang merencanakan hidup kami dengan detail dan engkau jauh

00:46:35
tahu mengerti dan memahami kebutuhan kami.

00:46:40
Sometimes kami nggak bisa melihat kebutuhan kami sendiri.

00:46:43
Apa yang baik buat. Hidup kekal kami, tapi engkau

00:46:49
tahu dan kami mau percaya tuhan sekalipun situasi hidup kami

00:46:54
sedih dan gak enak. Kami mau percaya dan kami mau

00:46:58
terus um melekat padamu. Dan menaruh harapan kami

00:47:03
semuanya di dalam tanganmu. Kami berdoa untuk teman teman

00:47:07
yang masih dalam situasi yang sulit.

00:47:10
Biar engkau sendiri yang mau memeluk mereka.

00:47:13
Engkau sendiri yang mau um menghibur mereka dan engkau juga

00:47:19
akan memberi kedamaian dan kelegaan dengan proses yang yang

00:47:25
sendiri sendiri yang engkau sudah sediakan.

00:47:29
Kami berdoa untuk orang orang sekeliling yang harus menemani

00:47:34
mereka ini biar mereka semua jadi perpanjangan tanganmu boleh

00:47:38
helpful dan sungguh menyalurkan kasihmu untuk teman teman yang

00:47:45
sedang berduka. Kami mau sembahkan kami mau

00:47:49
satukan. Doa yang jauh dari sempurna ini

00:47:53
dengan doa yang kau ajarkan sendiri.

00:47:57
Papa kami yang ada di surga dimuliakanlah namamu datanglah

00:48:00
kerajaanmu, jadilah kehendakmu di atas bumi seperti di dalam

00:48:04
surga. Berilah kami rejeki pada hari

00:48:07
ini dan ampunilah kesalahan kami.

00:48:10
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami dan

00:48:13
janganlah masukkan kami dalam pencobaan tetapi bebas karena

00:48:17
kami dari yang jahat. Amin.

00:48:19
Danau bapak putrano kudus amin nanti kan kami di episode

00:48:24
mendatang dan jika teman teman terberkati oleh episode ini

00:48:27
dukung kami ya dengan mensharingkan aku kau dan dia

00:48:30
podcast keluarga Katolik ke saudara dan teman teman yang

00:48:33
lain. Jangan lupa kunjungi kami di

00:48:36
www.keluarga Katolik dot online di sana teman teman bisa

00:48:40
menemukan episode episode sebelumnya dan siapa tahu

00:48:43
relevan dengan situasi teman teman saat ini.

00:48:47
Sampai jumpa dan tuhan memberkati.